Few notes on QS Al-Hajj:78

And strive for Allah with the striving due to Him. He has chosen you and has not placed upon you in the religion any difficulty. [It is] the religion of your father, Abraham. Allah named you “Muslims” before [in former scriptures] and in this [revelation] that the Messenger may be a witness over you and you may be witnesses over the people. So establish prayer and give zakah and hold fast to Allah. He is your protector; and excellent is the protector, and excellent is the helper. (QS Al-Hajj : 78)

Ayat tersebut merupakan salah satu ayat paling inspirasional bagi saya. Berikut beberapa inspirasi dari ayat tersebut.

Pertama, “And strive for Allah with the striving due to Him”. Allah swt menyuruh kita untuk berjuang sekuat tenaga, i.e. to exhaust our limit dalam mengabdi kepada-Nya; dan dengan pengabdian yang sepantasnya diberikan pada Allah swt. Ketika kita menyadari bahwa pekerjaan yang kita lakukan ditujukan pada seseorang yang sangat penting, biasanya kita berusaha to be as perfect as possible dalam melaksanakannya. Demikian pula hendaknya dalam ibadah kita pada Allah swt. Meskipun kita tidak dapat melihat Alah swt, kita dapat merasakan dengan jelas karunia Allah swt kepada kita. Kita perlu selalu berusaha untuk mengingatkan diri kita bahwa Allah swt senantiasa melihat kita.

Kedua, “He has chosen you…”. Allah swt melihat ada potensi kebaikan di dalam diri kita sehingga Allah swt memilih kita untuk menjadi seorang Muslim. Hal ini memberikan clue bahwa setiap kita memiliki potensi; yang dengan potensi tersebut kita bisa berjuang di jalan Allah swt dan memberi manfaat banyak bagi umat manusia. Hal ini haruslah membuat kita optimis dan berusaha untuk mencari dan mengembangakan potensi yang telah Allah swt berikan tersebut. Banyak di antara kita yang merasa bahwa diri kita tidak memiliki potensi apa-apa. No! That’s very wrong! Jika kita telah menjadi seorang Muslim, maka artinya ada potensi kebaikan luar biasa yang ada dalam diri kita. It’s our task to explore what that potential is. Ayat ini juga menunjukkan bahwa setiap muslim memiliki peran tersendiri bagi agama Islam ini. Mungkin ada yang bisa berperan melalui bakat entreprenurnya; ada yang berperan melalui ilmunya; ada yang berperan melalui tenaga. Ada yang berperan sebagai seorang petani, seorang ulama, dokter, dan seterusnya. Everybody has their share in this religion.

Ketiga, “…and has not placed upon you in the religion any difficulty”. Ketika kita mengetahui bahwa kita harus berjihad dengan penuh kesungguhan kepada Allah swt, kita tentu merasa mendapat beban yang sangat berat. Kita tentu berpikir, bagaimana mungkin saya dapat beribadah dengan sempurna pada Allah swt di setiap saat? Allah swt mengatakan bahwa Ia tidak membebankan sesuatu yang tidak sangggup kita lakukan dalam agama ini. Rasulullah saw pernah mengatakan, “Agama itu sangat mudah; barang siapa yang membebani dirinya secara berlebihan dalam agamanya, ia tak akan mampu untuk terus-menerus melakukannya. Kamu sekalian hendaknya jangan menjadi ekstrimis, namun selalulah berusaha untuk mencapai kesempurnaan dan terimalah kabar gembira, reward, dari Allah swt. Dapatkanlah kekuatan dari mendirikan shalat pada pagi, petang, dan di akhir malam” (HR Bukhari).

Keempat, “… [It is] the religion of your father, Abraham. Allah named you “Muslims” before [in former scriptures] and in this [revelation]”. Ayat ini menegaskan bahwa kita adalah bagian dari umat Nabi Ibrahim as yang menyembah Allah swt dengan aqidah yang murni. “Mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus” (QS Al-Bayyinah : 5).

Kelima, “…that the Messenger may be a witness over you and you may be witnesses over the people”. Potongan ayat ini mengingatkan tugas penting kita di dunia, yaitu untuk berda’wah; untuk menyampaikan ajaran Islam. Having lived in London, saya sangat merasa kasihan kepada teman yang belum muslim. Mereka tidak memiliki pegangan. Hidup tanpa memiliki tujuan. Pada sebagian (kecil) waktu mereka memang berbahagia, misalnya saat berkumpul di bar pada jum’at malam, saat menonton sepak bola dan acara entertainment lainnya; but soon enough after that, they’re back to the uncertain and never ending question about the meaning of life. Jika mereka memutuskan untuk adopt certain religion pun, mereka tetap merasa ada yang tidak sempurna. This is not surprising as the guidance can only be found in Qur’an. This is our task.

Keenam, “…So establish prayer and give zakah”. Saya sangat amazed dengan potongan ayat ini. Pertama, betapa tugas yang berat ini, i.e. berjihad dengan sekuat tenaga, berda’wah, dll, dapat ‘diatasi’ dengan dua hal yang ‘sederhana’; yang semestinya sudah biasa kita lakukan, yaitu sholat dan zakat. Kebanyakan kita tentu belum merasa manfaat sepenuhnya dari sholat. My advice to myself and to all of us, mari kita terus memperbanyak ilmu tentang sholat khusyuk dan berusaha untuk mendapatkan kekhusyu’an tersebut. Surely, kita tidak akan pernah mendapat manfaat dari sholat jika sholat kita belum khusyu’. Kedua, potongan ayat ini juga menunjukkan bahwa hubungan sesame manusia dan kesejahteraan sosial merupakan hal penting dalam Islam. Oleh karenanya, kekuatan ekonomi merupakan hal yang mutlak. Bagaimana mungkin kita dapat membayar zakat, sebagaimana yang diperintahkan Allah, jika kita tidak memiliki penghasilan yang cukup?

Ketujuh, “…and hold fast to Allah. He is your protector; and excellent is the protector, and excellent is the helper”. This is very clear, but most of us haven’t practiced it. Di surat Al-Imran, Allah swt telah mengingatkan bahwa jika Allah swt menolong kita, maka tak ada yang dapat mencelakakakan kita; namun jika Allah meninggalkan kita, maka tak akan ada yang dapat menolong kita. So it’s crystal clear that we are very very dependent on Allah; or more precisely, kita tak akan bisa survive tanpa bantuan Allah swt.

This is only one ayat, but there are enormous guidance in it. Semoga kita bisa mempraktekkan hikmah dan petunjuk ini. Wallahua’lam bisshawab.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s