Life at Peace

Lately, alhamdulillah saya merasa lebih tenang dan lebih bahagia dari pada biasanya. Apa sebab? Saya pikir karena saya merasa lebih yakin bahwa Allah SWT senantiasa melihat saya; saya merasa yakin bahwa I’m not alone, namun ada Allah yang senantiasa menyertai, innallaha ma’ana.

Semua bermula ketika akhir-akhir ini saya mulai merenungkan ayat-ayat Al-Qur’an yang saya baca. Ketika saya sampai pada surat Al-Baqoroh ayat 45-46, yang artinya: “Dan mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan shalat. Dan (shalat) itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu’; (yaitu) mereka yang yakin, bahwa mereka akan menemui Tuhannya, dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya“.

Saya bertanya pada diri saya, benarkah sabar dan shalat merupakan solusi bagi semua permasalahan? Mengapa Allah menyebutkan dua ibadah ini secara khusus di sini? Yang membuat saya lebih berpikir lebih jauh lagi, Allah menyebutkan bahwa hal tersebut berat, kecuali bagi orang yang khusyu’. Di sini saya menjadi sangat tertarik, apa yang sangat istimewa dengan sholat yang khusyu’? dan bagaimana mencapai sholat yang khusyu’ tersebut? Alhamdulillah saya kemudian menemukan buku pelatihan sholat khusyu’ karya Ustadz Abu Sangkan. Pada buku tersebut, Ust. Abu Sangkan menekankan bahwa ketika sholat kita harus meyakini bahwa kita sedang berhadapan, melihat, atau bertemu dengan Allah secara langsung pada saat sholat. Hal ini ternyata sesuai dengan penjelasan Allah, di ayat 46, bahwa orang-orang yang khusyu’ itu yakin bahwa mereka akan menemui Tuhannya dan yakin bahwa mereka akan kembali kepada-Nya.

Berbekal pengetahuan ini, saya pun memperbaiki sholat saya. Saya selalu meyakinkan diri saya. bahwa Allah menyaksikan saya pada saat saya sholat; bahwa saya sedang bertemu Allah pada saat sholat. Hasilnya? it was great; saya bergetar, merasa takut, namun juga merasa tenang bahwa Allah sedang melihat saya. Saya merasa sholat saya lebih bermakna. Alhamdulillah, banyak perubahan yang saya dapatkan setelah memperbaiki sholat saya. Saya pun menjadi semakin senang untuk sholat dan berusaha untuk mencari-cari kesempatan untuk sholat.

Fortunately, this doesn’t stop here. Alhamdulillah, keyakinan bertemu Allah secara langsung pada saat sholat, membuat saya terus merasa bahwa Allah is there; Allah always watches me where ever I am. Hal ini lah yang membuat saya akhir-akhir ini menjadi lebih bahagia dan tenang.

Selain itu, alhamdulillah sekarang saya mulai mengerti dengan apa yang Allah maksud dengan ulil albab (orang-orang yang berakal) pada surat Al-Imran ayat 190-191, yaitu orang yang senantiasa ingat pada Allah di saat ia berdiri, duduk, dan dalam keadaan berbaring (i.e. dalam semua keadaan). Insyaallah, selama kita yakin dan aware bahwa Allah senantiasa melihat dan bersama dengan kita, kita pun akan senantiasa ingat pada Allah.

Finally, saya pun sekarang juga mengerti mengapa Allah menyebutkan bahwa sholat itu mencegah dari perbuatan keji dan munkar pada QS Al-Ankabut ayat 45. I think it is very understandable karena orang yang senantiasa merasa diawasi Allah tentu tidak akan berbuat yang keji dan munkar. Kalaupn ia terpeleset sehingga melakukan hal tersebut, ia akan segera memohon ampun dan memperbanyak amal sholeh.

Semoga Allah senantiasa menganugerahi sholat yang khusyu’ serta menguatkan kita untuk senantiasa beristiqomah dalam menjadi hamba-Nya.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s