Taubat

Beberapa hari terakhir, tema siksa kubur; siksa akhirat, dan taubat sangat lekat di pikiran saya. Berawal dari membaca hadits berikut.

Dari Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam melewati dua buah kuburan. Lalu Beliau bersabda,”Sungguh keduanya sedang disiksa. Mereka disiksa bukan karena perkara besar (dalam pandangan keduanya). Salah satu dari dua orang ini, (semasa hidupnya) tidak menjaga diri dari air kencing. Sedangkan yang satunya lagi, dia keliling menebar namiimah (adu domba).” (HR: Bukhari, dalam Fathul Baari: 1/317).

Saya sangat kaget saat membaca hadits tersebut. Jika tidak bersuci setelah buang air menyebabkan seseorang mendapat azab kubur, lalu bagaimana dengan dosa-dosa lainnya yang lebih besar?

Perasaan takut ini berlanjut saat membaca terjemahan QS Al-Haqqah. Saya merasa hopeless, sad, dan afraid. Sempat muncul pikiran, is it really the life that Allah wants Muslim to have? That is life which full with sadness and fear? I wish the answer is no. But then when I came upon the following hadits, my fear grew even more.

Surga dan neraka ditampakkan kepadaku, maka aku tidak melihat kebaikan dan keburukan seperti hari ini. Seandainya kamu mengetahui apa yang aku ketahui,
kamu benar-benar akan sedikit tertawa dan banyak menangis
”.

Anas bin Mâlik radhiyallâhu’anhu –perawi hadits ini- mengatakan, “Tidaklah ada satu hari pun yang lebih berat bagi para Sahabat selain hari itu. Mereka menutupi kepala mereka sambil menangis sesenggukan”. (HR. Muslim, no. 2359)

Saya merasa sangat sedih dan semakin takut. Kemudian saya bertemu dengan ayat berikut: 

Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dan kembalilah kamu kepada Tuhanmu, dan berserah dirilah kepada-Nya sebelum datang azab kepadamu kemudian kamu tidak dapat ditolong (lagi). Dan ikutilah sebaik-baik apa yang telah diturunkan kepadamu dari Tuhanmu sebelum datang azab kepadamu dengan tiba-tiba, sedang kamu tidak menyadarinya. (QS Az Zumar: 53-55).

Setelah membaca ayat ini saya merasa sedikit lebih tenang. Saya merasa, kita tidak boleh berputus asa dari rahmat Allah; rasa takut pada azab Allah, harus diimbangi dengan rasa harap akan rahmat-Nya. Pada ayat ini juga terdapat perintah untuk bertaubat, berserah diri pada Allah, dan mengikuti Al-Qur’an serta sunnah.

Taubat mensyaratkan tiga hal*: (1) Menyesal, (2) Berhenti dari dosa, dan (3) Bertekad untuk tidak mengulanginya. Taubat juga harus diiringi dengan memperbanyak amal ibadah, karena Allah mengatakan kebaikan itu menghapuskan kejahatan (QS Hud: 114). Semoga Allah mengampuni dosa-dosa kita dan memuliakan kita di hari akhir nanti.

*Dari artikel ‘Syarat Agar Taubat Diterima — Muslim.Or.Id

One thought on “Taubat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s