For me and for others

Allah sudah menekankan bahwa Allah hanya melihat ketaqwaan seseorang; Allah sama sekali tidak melihat pada rupa, warna kulit, dll. Rupa, warna kulit, dan hal lahiriyah lainnya merupakan sesuatu yang given dari Allah. Ia merupakan ujian, apakah kita bisa bersyukur dan bersabar atas hal tersebut. Semoga kita dikuatkan untuk bisa lulus dari ujian tersebut.

Allah juga menyebutkan bahwa kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan senda gurau semata. Kehidupan dunia, misalkan pekerjaan dan uang, tidak boleh menjadikan kita semakin jauh dari Allah. Dari hal yang saya amati di kota New York, kota yang penuh dengan kemergelapan, banyak orang-orang yang tidak bahagia, stress, hingga mendapat gangguan mental yang serius karena terlalu mementingkan pekerjaan dan uang. Semoga kita selalu ingat, bahwa satu-satunya tujuan Allah menciptakan kita adalah untuk beribadah kepada Nya.

Uang tentu saja diperlukan. Dengan uang kita bisa menjadi lebih mudah beribadah pada Allah. Misalnya, jika ingin berhaji, kita perlu antri lima sampai tujuh tahun untuk berangkat; jika kita punya uang lebih, kita bisa ikut haji plus, yang langsung berangkat tahun itu juga dan dengan hotel yang sangat dekat dengan masjidil haram. Dengan uang kita juga bisa membantu manusia lainnya, sehingga peluang kita untuk beribadahpun bertambah. In short, sebagaimana yang sering kita dengar, money is a tool, not the goal.

Beruntunglah kita yang sudah Allah beri hidayah menjadi seorang muslim. Allah sudah memberi kita bekal yang cukup untuk menjalankan ujian kehidupan dunia ini. Allah memberi kita Al-Qur’an, hadits, dan petunjuk dari para ulama. Ayo kita selalu berusaha untuk sering-sering me-refer pada guidance tersebut. Just for an illustration, New York City memiliki system subway atau kereta yang sangat rumit, mungkin salah satu yang paling rumit di dunia. Line-nya ada banyak sekali. Agar tidak tersesat (yang kalau kelewatan satu stasiun saja, untuk pindah ke jalur yang berlawanan, susahnya ‘setengah mati’), kita harus sering-sering melihat pada subway map nya. Begitu juga halnya dengan kehidupan dunia ini, kita harus selalu me-refer pada pegangan yang disebutkan di atas.

I definitely aspire for a developed Indonesia; however, I have no nerve at all to see cities in Indonesia become a city like New York, London, etc. I want my country to be developed, but still maintain the rules of Allah. No need to be prosperous but then get Allah’s anger.

To conclude, my fellow Indonesians, let’s hold on to Allah’s guidance. It is the only thing that can save us.

That’s it, selamat berkarya. Selamat belajar dan bekerja. May Allah forgives us and loves us forever.

-John F Kennedy Airport, NYC-

2 thoughts on “For me and for others

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s