My Journey towards a Mature Young Muslim

Kedewasaan merupakan suatu anugerah yang Allah berikan, namun ia hasil sebuah proses, bukan sebuah kondisi yang didapatkan ketika seseorang bangun dari tidurnya. Hal itu lah yang menyebabkan betapa banyak orang yang secara umur telah tua, tapi tak kunjung mendapatkan kedewasaa. Berikut adalah beberapa langkah yang dapat ditempuh agar kita makin dewasa.

Pertama, Berdiamlah sejenak, jangan terlalu terburu-buru. Seringkali kita bertindak tanpa berpikir panjang terlebih dahulu, padahal jika kita pikirkan dengan benar segala yang akan kita lakukan, maka kita bisa menemukan sesuatu yang bijak di dalamnya.

Kedua, Jangan takut tantangan karena itu akna mendewasakan. Betapa Allah akan menguji setiap hambanya, hingga hambanya menjadi orang yang lebih baik. Ada sebuah ungkapan indah, Allah tidak akan memberikan apa yang kita inginkan, tapi Allah akan memberikan apa yang akita butuhkan. Terkandanga ketika kita ditimpa suatu musibah, kita merasa bahwa Allah tidak saying lagi pada kita, padahal ternyata di balik musibah itu, ada suatu rencana indah Allah bagi kita. Saya teringat firman Allah, “Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal ia buruk bagimu”. Buya Hamka juga pernah berkata, seseorang dan ujian itu bagaikan manusia yang sedang menaiki anak tangga. Ketika ada pukulan yang berasal dari bawah, jika pegangannya erat, ia mampu berpiir denga jernih, mana pukulan itu akan menaikannya ke anak tangga yang lebih tinggi, namuan apabila ia lemah, gegabah, tidak waspada, maka pukulan itu boleh jadi akan menjatuhkannnya, bahakan tidak Cuma satu anak tangga, bisa saja sampai anak tangga yang paling bawah. Bahka, bisa saja, setelah jatuh itu, ia tidak dapat bangkit lagi.

Ketiga, Berikan lebih banyak porsi hidup untuk orang lain. Orang yang telah dewasa tidak akan berpikir untuk dirinya sendiri. Ia tidak lagi berusaha membuat cerita hidupnya, namun ia akan membuat sejarah. Sejarah tentang kebermanfaatannya bagi orang lain. Kontribusi yang telah ia berikan pada orang lain.

Keempat, Jangan banyak menggantungkan diri sendiri dari sikap orang lain. Dalam hidup ini, kita lah yang menentukan ke arah mana biduk kehidupan ini akan kita kayuh. KItalah yag menentukannya. Hal ini sudah tersirat dalam firman Allah, Maka kami ilhamkan pada mereka jalan ketakwaan dan jalan fujur”,kitalahh ang memilih, dan kitalah yang akan bertanggung jawab atas segala pilihan kita tersebut.

Kelima, Memiliki cita-cita tinggi dan pola pikir besar. Ia adalah orang yang memiliki mimpi yang besar, dan terobsesi untuk memberikan kontribsi yang besar. Cita-cita dan pola pikir inilah yang nantinya akan mendorongnya untuk menjadi yang terbaik.

Keenam, Mendekat, dan teruslah mendekat pada Allah SWT. Bagaimanapun juga, Allahlah sumber segala sesuatunya. Allah berfirman, bertakwalah kepada Allah, maka ia akan mengajari kamu” Maka penting bagi kita untuk mengetahui ciri-ciri orang yang bertakwa, agar  Allah mengajari kita segala sesuatunya.

Beberapa langkah praktis yang kudu dilaksanain:

  • Jangan bertindah tergesa-gesa; jangan marah
  • Beranilah mengambil tantanga, jika bertakwa akan diajari Allah, yang terpenting niatnya tulus dan untuk ibadah
  • Berikan lebih banyak porsi hidup untuk orang lain
  • Jangan bergantung pada orang lain
  • Milikilah cita-cita tinggi dan pola pikir besar
  • Medekatlah terus pada Allah, Allah lah yang menentukan segalanya

Wallahu’alama bisshawab.

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s